Skip navigation

Intro
Kemarin adalah hari yang bersejarah bagi gw karena kemarin adalah hari pengepakan barang2 gw yang ada di kos. Sungguh merupakan momen yang sangat emosional sekaligus menyebalkan. Emosional karena gw harus berpisah dengan kamar yang selama ini membesarkan gw, menyebalkan karena gw alergi debu so jadilah tangan gw gatel2. Setelah memilah milih barang yang ingin dibawa pulang dan dibuang ternyata hasilnya 50% dari kertas2 yang gw ingin buang adalah laporan KP gw yang gagal ditangan Pak Ucok =P dan selebihnya adalah majalah lama dan slide2 kuliah dulu. Pada saat terakhir kali gw membawa barang ke mobil gw hanya pamitan ke temen gw Za’ yang merupakan temennya ade’nya temennya gw (Temennya kumara yang merupakan adeknya temen gw yaitu nako =P) karena yang ada dikos cuman dia. Setelah bersalaman dan berucap kata perpisahan akhirnya kita berpelukan (hahaha.. kayak di film2). Padahal gw ama dia juga blm lama kenal, baru 1/2 tahunanlah. Tapi perasaan sedih tetap muncul dikala berpisah.

Tentang Lambir
Lambir, merupakan kos2an khusus pria yang nyaman yang berharga sedang2 agak menuju mahal. Terletak di jalan sawo (iya ga sih?) dan diapit 2 kos2an cewek. Walaupun diapit kos2an cewek, sebagian besar penghuninya teuteup aja gitu jomblo hehehe .. Merupakan salah satu kos2an dari sekian banyak kos2an yang dimiliki oleh Ibu Tris. Konon kos2an beliau sangatlah banyak, contohnya saja yang gw tau di Gang Sawo ada Punix (err.. ada lagi yang di gang sawo cuman gw lupa) dan di Benhil dia juga mempunyai kos2an ekspariat. Bernuansa biru putih dengan penjaga kos yang kadang ramah dan kadang galak yaitu Ibu Nunung, Lambir menjadi salah satu dari sekian banyak kos di Margonda yang cukup diminati.

Sejarah Anak Fasilkom di Lambir
Seinget gw, senior yang pernah tinggal di Lambir itu seno 01 dan uto 00. Kayaknya sih adalagi cuman gw lupa. Ada yang tau siapa aja? Untuk anak 2002-nya, Josef adalah yang pertama kali masuk Lambir. Berawal dengan pencarian kos yang dia dilakukan dengan bapaknya di kutek dan akhirnya berlabuh di Lambir ketika dia bertemu dengan Idam Barianto, anak teknik mesin 02 yang konon kata cewek2 ganteng. Setelah 1 tahun berlalu, masuklah gw dan Satria ke kos ini dengan menghuni kamar nomor 26 yang dimasa depan akan dihancurkan Jos =P

Pada semester 4, Lambir menjadi rame dengan hadirnya 4 penghuni baru, yaitu Gunawan, Alm. Daliu Aga Gunawan, Arief Aziz, dan Jos Timanta (diurutkan dari yang pertama kali masuk). Dengan hadirnya 4 penghuni ini, akhirnya gw dan Satria harus berpisah karena kita kita memutuskan mengambil kamar nomor 15 yang dimasa depan menjadi aulanya buat ngumpul bareng karena kamarnya yang luas. Kamar nomor 15 ini akhirnya diisi oleh 3 orang yaitu Satria, Gunawan, dan Alm. Daliu. Dan gw akhirnya sekamar dengan Arief yang rasanya sekamar sendiri karena Ariefnya cuman dateng kalo lagi ada tugas dan ujian =P Lalu kamar gw yang dulu yaitu kamar nomor 26 akhirnya ditempati oleh Jos.

Dipertengahan semester pendek antara semester 4 dan 5, gw pun akhirnya hijrah ke kamar nomor 23 dengan Josef. Hal ini disebabkan Idam memutuskan untuk pindah ke kutek. Lalu pada akhir semester 5 datanglah Pandu yang menghuni kamar yang ada disebelah kamar Bu Nunung. Dan tidak lama setelahnya akhirnya Pandu berduet dengan Kumara Prima. Siapakah dia? Kumara Prima adalah anak FISIP yang terlalu banyak maen dengan anak Fasilkom. Tapi dia ada sedikit hubungannya dengan Fasilkom karena kakaknya, Natalia Komalasari, merupakan anak Fasilkom 02.

Pada 9 April 2005, Lambir berduka. Karena harus kehilangan salah satu personilnya yaitu Daliu Aga Gunawan. Dia harus berpulang keatas karena pada hari itu ada seseorang yang dengan teganya telah mengambil nyawanya. Dia adalah sosok manusia yang pendiam namun kalau ngomong kadang2 “jleb” juga dan dia merupakan sahabat maen WE gw. Setelah kepergian dia akhirnya Kumara Prima masuk ke kamar 15 dan Pandu sekamar dengan Arief.

Hal-hal yang Akan Gw Kangenin di Lambir
– Ketawa kerasnya Satria
– Komik2nya Gun
– Khayalannya Josef
– Air dinginnya Jos
– Kedatangan Arief ke Lambir =P
– Nonton bola bareng
– Maen kartu bareng
– Obrolan sebelum tidur dengan Josef
– Waktu ngumpul bareng2 yang sering ga jelas ngapain ajah
– Nonton bareng pake proyektor
– Latihan dansa bareng
– Belajar bareng sebelum ujian
– Makan malem bareng
– Anak2 lambir

Lambir Bagi Gw
Lambir merupakan tempat yang udah gw anggap sebagai rumah kedua gw. Disanalah tempat gw menimba ilmu, bersosialisasi, dan bermain. Disanalah gw berhasil mengubah IP gw dari nasakom menjadi sangat memuaskan. Disanalah gw bener2 ketemu dengan sahabat2 gw yang bener2 ada buat gw. Buat gw, semua kenangan yang ada disana tidak akan pernah gw lupain seumur hidup gw. THX Lambir for everything!

Lambir 2003-2006

3 Comments

  1. hebat… tulisan yang keren… ngga sia2 lo jadi mhs, bob, bisa nulis ilmiah begini, hehehehe

    • joe
    • Posted August 29, 2006 at 4:52 pm
    • Permalink

    yeah, gw juga merasa hal yang sama bob, pas sebelum gw balik ke rumah setelah beres2 barang2, sempet terdiam menatap kamar yg ud kosong tempat dimana gw menghabiskan 4 tahun kos di depok. Berat jg rasanya waktu akhirnya menjemput perpisahan gw ama anak2 lambir dan saat2 kebersamaan di dalamnya, surely i’m gonna miss that old times together… like play together, sleep together, talk together, eat together ‘en macem2 together lainnya *halah..sniff..*

    ps. komen ini gw reply pake gprs hape loh *haha norak* xD beruntung ada internet jadi bs tetap keep in touch🙂 LAMBIR SHALL NEVER DIE!

  2. josep: wah banyak duit lo sep pake GPRS?? =P


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: